Rabu, 26 Oktober 2011

CANDI BOROBUDUR DAN CANDI PRAMBANAN

Nenek moyang kita ternyata mempunyai peradaban yang tinggi.Peradaban yang tinggi itu terbukti dengan adanya peninggalan-peninggalan bersejarah. Peninggalan-peninggalan bersejarah itu, antara lain berupa bangunan-bangunan, benda-benda, perhiasan, dan karya sastra.

Kita bangga mempunyai peninggalan bersejarah yang tidak dimiliki negara lain. Peninggalan bersejarah yang kita banggakan itu berupa candi. Prambanan dan Borobudur adalah contoh candi yang sangat terkenal di seluruh jagad. Apabila kita memandang Prambanan dan Borobudur dari kejauhan, bangunan itu tegak menjulang, megah dan indah. Kalau kita lihat dari dekat, bangunan itu tertata rapi dari tumpukan batu, arca dan dinding-dindingnya terdapat relief yang rumit tetapi bernilai seni tinggi. Jika kita atau orang asing menengok kapan pembuatan bangunan itu, mimpi pun sulit dipercaya. Tahun 800-an bukan zaman orang mengenal teknologi. 

Menurut catatan sejarah, candi itu dibangun untuk memuliakan orang yang meninggal, khususnya para raja beserta keluarganya. Abu jenazah raja atau keluarganya itu ditaruh di dalam candi. Lalu, pada candi itu ditaruh arca yang mewujudkan almarhum sebagai dewa. Biasanya, di depan arca itu orang menaruh sesaji untuk memuliakan almarhum.

Namun, kadang-kadang pembuatan candi itu untuk tempat pemujaan dewa atau tempat beribadah. Candi yang digunakan tempat ibadah biasanya candi yang bercorak agama buddha. Arca pada candi tersebut adalah arca dari sang buddha. Ada pula candi yang bercorak agama hindu sebagai tempat beribadah, contohnya candi prambanan. Candi prambanan dibangun untuk tempat pemujaan Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa Maheswara dalam satu wujud.

Candi sebagai bangunan terdiri atas tiga bagian, yaitu kaki, tubuh, dan atap candi. Kaki candi biasanya berdenah bujur sangkar, agak tinggi dan dapat dinaiki melalui tangga. Kaki candi melambangkan alam bawah tempat manusia hidup. Tubuh candi terdiri atas sebuah bilik yang berisi arca perwujudan. Pada dinding-dinding luar tubuh candi diberi relung-relung yang berisi dengan arca-arca. Tubuh candi melambangkan alam antara tempat manusia yang telah meninggalkan keduniawiaanya. Atap candi selalu terdiri atas susunan tiga tingkatan yang semakin ke atas semakin kecil ukurannya. Atap candi melambangkanalam atas tempat dewa-dewa tinggal.

Candi dibuat dari batu-batu yang dipahat. Batu-batu yang telah dipahat tersebut disusun, sehingga terbentuk sebuah candi. Pada dinding candi terdapat pahatan yang disebut relief. Setiap bangunan dan relief pada candi memiliki makna. Makna pada bangunan dan relief itu menunjukkan betapa tinggi peradaban nenek moyang kita.

Di indonesia terdapat banyak peninggalan candi. Adapun dua candi yang terkenal adalah Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

A. Candi borobudur
1. Letak Candi Borobudur
Saat study tor tanggal 29 desember 2007 sampai 4 januari 2008. kami tinggal duduk manis di bus yang siap mengantar kami untuk menuju candi Borobudur. Dari kota Yogyakarta, kami ke arah utara. Setelah sampai muntilan, kami belok kiri (ke arah barat). Dan sampailah kami di borobudur. Atau dapat juga Dari kota semarang andai ke selatan melewati Kota Magelang. Lalu ke selatan lagi sampai Muntilan belok ke kanan (ke arah barat).
Candi Borobuduritu terletak di desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Candi Borobudur itu adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

2. Pendiri Candi Borobudur
Candi Borobudur adalah candi beragama Buddha. Candi Borbudur didirikan pada tahun 824 M yaitu pada masa pemerintahan raja Samarattungga dari Dinasti Syailendra dari Kerajaan Mataram Hindu.

Menurut Poerbatjaraka, nama Borobudur berasal dari kata biara dan didur. Kata biara berasal dari biara atau vihara. Sedangkan kata bidur berarti tempat yang menonjol di atas bukit. Jadi, Borobudur berarti kuil atau vihara pendeta yang terletak di atas bukit

3. Bentuk Candi Borobudur 
Jika kita lihat dari atas, komplek candi Borobudur berbentuk persegi dengan pusat berbentuk lingkaran yang semakin lama semakin mengecil.

Bangunan candi Borobudur terdiri atas sepuluh tingkat. Tingkat pertama sampai tingkat ke enam berbentuk persegi. Tingkat ketujuh sampai ke sepuluh berbentuk lingkaran. Pada puncaknya terdapat sebuah stupa induk. Stupa tersebut tertutup rapat sehingga tidak diketahui apa isinya. Stupa tersebut bergaris tengah 9,90 meter, sedangkan tingginya 7 meter.

Bangunan candi Borobudur dibagi menjadi tiga bagian bangunan, yaitu Kamadatu, Rupadatu, dan Arupadatu.
a. Bagian Kamadatu
Bagian kaki Candi Borobudur meliputi tingkat pertama sampai tikat ketiga disebut Kamadatau. Relief yang terdapat pada bagian kamadatu adalah relief Karmawibangga atau hukum karma. Relief Karmawibangga menggambarkan perbuatan manusia yang baik maupunn yang buruk dan berlakunya hukum sebab akibat (karma). Relief Karmawibangga panel 1 sampai 117 menggambarkan tingkah laku yang menyimpang (buruk). Relief Karmawibangga pada panel 118 sampai 160 menggambarkan berbagai akibat dari suatu perbuatan. Pada saat ini relief Karmawibangga tidak dapat dilihat karena tertutup oleh susunan batu. Akan tetapi, kita dapat melihat relief Karmawibangga tersebut pada bagian sudut selatan Candi Borobudur. 



b. Bagian Rupadatu
Bangunan di atas dater candi atau bagian tubuh candi disebut Rupadatu. Bagian ini meliputi tingkat keempat sampai tingkat keenam. Relief yang terdapat pada bagian Rupadatu disebut relief Lalitavistara. Relief Lalitavistara menggambarkan kehidupan Sang Buddha saat masih bergelimang harta. Sang Buddha mengganggap hai itu sebagai sandiwara belaka. Untuk memperoleh hidup sejati, Sang Buddha mengasingkan diri dan bertapa. Pada saat bertapa itulah, Sang Buddha mendapat wahyu tentang hidup sejati. Untuk melihat bagian ini, kita harus berkeliling lewat lorong-lorong candi. Pada bagian Rupadatu juga terdapat relief Jatakamala yang menggambarkan cerita Sang Buddha yang selalu berbuat baik selama hidupnya. Bagian Rupadatu terdiri atas lorong-lorong dengan pagar-pagar tembok dan penuh dengan hiasan serta relief-reliefyang panjangnya lebih kurang 4 km. Arca-arca Buddha pada tingkai Rupadatuterletak pada relung yang terbuka bagian depannya.

c. Bagian Arupadatu
Bagian atap candi yaitu tingkat tujuh sampai kesepuluh disebut Arupadatu. Pada tingkat ini tidak terdapat relief. Bagian Arupadatu terdiri atas batu-batu bundar dengan lingkaran-lingkaran stupa yang semuanya tidak dihiasi sama sekali. Pada bagian Arupadatu digambarkan manusia manusia telah mencapai tingkat kesempurnaan, yaitu manusia mencapai alam nirwana. Pada bagian Arupadatu terdapat 72 stupa yang mengelilingi stupa induk. Stupa-stupa tersebut terbagi dalam tiga lingkaran. Pada lingkaran pertama terdapat 32 stupa. Pada lingkaran kedua terdapat 24 stupa. Pada lingkaran ketiga terdapat 16 buah stupa. Pada stupa-stupa tersebut terdapat lubang dan di dalamnya terdapat arca Buddha.

4. arca pada candi borobudur
Candi borobudur memiliki sejumlah arca. Pada tingkat kamadatu terdapat 368 buah arca buddha. Pada tingkat rupadatu terdapat 64 buah arca buddha. Pada tingkat arupadatu terdapat 72 buah arca buddha. Arca-arca buddha tersebut menghadap ke setiap arah mata angin. Arca-arca yang terdapat di candi borobudur tersebut memiliki sikap tangan (mudra) yang berbeda-beda. Arca-arca diletakkan pada relung-relung di atas pagar langka, dalam stupa-stupa berlubang, dan tersembunyi dalam stupa induk.

Sikap-sikap tangan (mudra) di candi borobudur
1. Bhumisparcamudra, sikap ini berarti menyentuh bumi sebagai saksi. Patung ini menghadap ke timur.
2. Witarkamudra, sikap ini berarti buddha memberi pengajaran. Patung ini menghadap ke seluruh mata angin dan terdapat di tingkat ketujuh.
3. Dhyanamudra, sikap ini berarti mengheningkan cipta atau meditasi. Patung ini menghadap ke barat.
4. Waramudra, sikap ini berarti buddha memberi anugerah (kedermawan). Patung ini menghadap ke selatan.
5. Abhayamudra, sikap ini berarti buddha bersikap melindungi. Patung ini menghadap ke utara.
6. Dharmacakramudra, sikap ini berarti buddha memberikan ajaran yang benar. Patung ini menghadap ke seluruh mata angin dan terdapat pada tingkat ke delapan.

Selain arca-arca buddha yang ada, terdapat pula 32 buah arca singa yang menjadi arca penjaga pintu masuk di halaman maupun di pintu naik tangga.

Bangunan candi borobudur telah berusia berabad-abad. Selama berabad-abad tersebut candi borobudur mengalami beberapa kerusakan karena pengaruh alam, seperti gempa bumi dan gunung meletus. Selain itu, ulah manusia juga menimbulkan kerusakan pada candi borobudur. Baru pada awal abad 19 muncul perhatian pemerintah terhadap candi sebagai bangunan bersejarah. Usaha pemugaran yang pertama kali dilakukan oleh Th. Van Erp, seorang ahli bangunan berkebangsaan Belanda. Th. Van Erp melakukan pemugaran dari tahun 1907 sampai 1910.

Selanjutnya, pada tahun 1973 sampai 1983 dilakukan pemugaran tahap kedua. Pemugaran tahap kedua tersebut dilakukan oleh Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan salah satu badan PBB, yaitu UNESCO.
Pada saat ini, pemerintah dan rakyat indonesia telah menyadari bahwa candi borobudur merupakan salah satu bukti kebesaran dan ketinggian budaya bangsa Indonesia. Adalah suatu kewajiban kita bersama untuk memelihara dan melestarikan hasil budaya bangsa tersebut.

CERITA RAKYAT YANG BERKAITAN DENGAN CANDI BOROBUDUR
Dikisahkan pada zaman raja Sailendra terdapat seorang arsitek yang sangat terkenal de kawasan Kedu dan sekitarnya. Arsitek tersebut bernama Gunadharma. Dia berasal dari India. Pada waktu itu, raja memerintahkan Gunadharma untuk membangun sebuah candi. Dengan segala kemampuannya, Gunadharma membangun candi yang akhirnya diberi nama Candi Borobudur.

Setelah selesai, Gunadharma menuju ke arah selatan yaitu ke Bukit Menoreh yang jaraknya lebih kurang 2 km dari Candi Borobudur. Di atas Bukit Menoreh, Gunadharma memilih lokasi yang paling tinggi sebagai tempat beristirahat (tidur). Selain itu, ia ingin melihat keindahan dan kemegahan Candi Borobudur dari atas bukit.

Masyarakat di sekitar Candi Borobudur yakin bahwa tempat peristirahatan Gunadharma adalah di atas Bukit Menoreh yang digambarkan dengan posisi tubuh yang sedang tiodur membujur dari arah timur ke barat. Dari kejauhan posisi tubuh Gunadharma dalam posisi tidur itu dapat dilihat pada gundukan tanah di atas bukit bagian timur yang menyerupai kepala, lekukan mata, batang hidung, lekukan mulut, dan lekukan dagu. Selanjutnya, diikuti lekukan kecil yang menyerupai leher. Sedagkan gundukan tanah besar memanjang ke arah barat digambarkan sebagai tubuh Gunadharma.

Para pengunjung Candi Borobudur jika ingin melihat apa yang digambarkan dalam cerita rakyat tersebut dapat melihatnya dari atas candi borobudur atau di samping tiga bulatan salaman, bila cuaca cerah.

CANDI PRAMBANAN

1. Letak Candi Prambanan
Setelah puas dengan pemendangan di Candi Borobudur, kami melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan. Kami tinggal balik lagi ke Kota Yogjakarta. Dari Yogyakarta, lurus saja ke arah timur (arah ke kota Solo). Candi Prambanan itu terletak di sebelah kiri jalan Yogya-Solo, tepat di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Provinsi Jawa Tengah. Candi Prambanan terletak di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Provinsi daerah Istimewa Yogyakarta.

2. Pendiri Candi Prambanan
Pada abad ke 9 Kerajaan Mataram Hindu diperintah oleh seorang rajayang bernama rakai Pikatan yang berasal dari Dinasti Sanjaya. Beliau mempunyai seorang permaisuri yang bernama Pramodawardani. Pramodawardani adalah putri dari amaratungga, pendiri Candi Borobudur dari Dinast Syailendra. Pada masa pemerintahannya, Raja Rakai Pikatan mendirikan sebuah bangunan Candi Hindu yang megah dan indah. Candi tersebut adalah Candi Prambanan. Candi tersebut dibangun sebagai ungkapan rasa syukur kepada dewa Syiwa.

Sampai pada akhir pemerintahanrakai Pikatan, penbangunan Candi Prambanan belum selesai. Selanjutnya, pembangunan candi tersebut dilanjutkan dan diselesaikan oleh raja berikutnya yaitu Rakai Belitung.

3. Kompleks Candi Prambanan
Kompleks candi prambanan terdiri atas tiga halaman. Halaman-halaman itu sebagai berikut.
a. Halaman Pertama
Halaman pertama luasnya 110 x 110 meter. Di halaman pertama tersebut terdapat beberapa candi yaitu Cndi Siwa, Candi Brahma, Candi Wisnu, Candi Nandi, Candi Garuda, Candi Hangsa, Candi Apit, Candi Kelir, dan Candi Patok (Sudut). Candi induk pada halaman pertama adalah Candi Siwa yang menghadap ke arah timur.
1. Candi Siwa
Candi terbesar di halaman pertama merupakan candi utama. Dalam candi tersebut terdapat arca Dewa Siwa Mahadewa. Selaiin Arca Siwa Mahadewa dalam Candi Siwa terdapat juga Arca Agastya, Ganesa, dan Durga Mahisasuramardini.
Pada dinding Candi Siwa terdapat Relief cerita Ramayana. Cerita dimulai dari Raden Rama memenangkan sayembara dan menerima hadiah Dewi Sinta sampai pembuatan bendungan oleh para prajurit kera menuju negeri Alengka. Untuk mengetahui jalan cerita Ramayana tersebut pengunjung harus berjalan searah jarum jam. Cara membaca relief seperti itu disebut pradaksian.
Di depan Candi Siwa terdapat Candi Nandi yang di dalamnya terdapat Arca Lembu Nandi yang merupakan kendaraan Dewa siwa.

2 Candi Brahma
Candi Brahma terletak di sebelah selatan Candi Siwa. Di dalam candi tersebut terdapat Arca Dewa.Brahma. pada dinding Candi Brahma juba terdapat relief Ramayana yang merupakan kelanjutan relief Ramayana yang terdapat di Candi Siwa. Di depan Candi Brahma terdapat Candi Hangsa yang di dalamnya terdapat Arca Hangsa yang merupakan kendaraan Dewa Brahma.

3 Candi Wisnu
Candi Wisnu terletak di sebelah utaraCandi Siwa. Di dalam Candi Wisnu tersebut terdapat Acra Wisnu. Pada dinding Candi Wisnu terdapat relief cerita Kresnayana yang menceritakan tentang riwayat Kresna. Di depan Candi Wianu terdapat Candi Garuda yang di dalamnya terdapat Arca Burung Garuda Suparna yang merupakan kendaraan Dea Wisnu.

4 Candi Apit
Candi Apit terdapat di sebelah utara dan selatan Candi Siwa. Candi Apit merupakan pendamping Candi Brahma, Candi Siwa, dan Candi Wisnu.

5 Candi Kelir dan Candi Sudut (Patok)
Di halaman pertama juga terdapat beberapa candi yang dinamakan Candi Kelir dan Candi Sudut (Patok).

b. Halaman Kedua/Tengah
Halaman kedua/tengah kompleks Candi Prambanan ini seluas 222 x 222 meter. Di halaman kedua kompleks Candi Prambanan terdapat 224 candi kecil yang disusun menjadi empat deret. Candi-candi tersebut disebut Candi Perwara. Deret pertama terdiri dari 68 Candi Perwara. Deret kedua terdiri dari 60 Candi Perwara. Deret ketiga terdiri dari 44 Candi Perwara. Candi-candi Perwara tersebut mengelilingi candi utama pada halaman utama.

c. Halaman Ketiga/Luar
Di halaman luar kmpleks Candi Prambanan sampai saat ini belum ditemukan peninggalan-peninggalan candi. Halaman ini merupakan halaman terluar dari kompleks Candi Prambanan. Di halaman luar bagian barat terdapat Panggung Terbuka Ramayana. Pada waktu-waktu tertentu di Panggung Terbuka Ramayana dipentaskan Sendratari Ramayana yang mengisahkan tentang cerita Ramayana.
Candi Prambanan ditemukan pertama kali pada tahun 1733 oleh seorang berkebangsaan Belanda, C>A> Lons. Pada waktu itu keadaan Candi Prambanan tertimbun tanah dan ditumbuhi oleh berbagai macam tanaman.
Seperti halnya Candi Borobudur, Candi Prambanan juga mengalami beberapa kali pemugaran. Pada tahun 1902 Van Erp mengadakan pemugaran pada Candi Prambanan. Pada tanggal 20 Desember 1953 pemugaran Candi Siwa dinyatakan selesai seluruhnya dan diresmika oleh Presiden Soekarno. Selanjutnya, pemugaran tahap ketiga selesai pada tanggal 20 Februari 1993. peresmian selesainya pemugaran dilakukan oleh Presiden Soeharto.

CERITA RAKYAT YANG BERKAITAN DENGAN CANDI PRAMBANAN
Peperangan antara Kerajaan Pengging dengan Kerajaan Wonosegoro dimenangkan oleh Kerajaan Pengging. Bandung Bandowoso, putra dari Kerajaan Pengging disuruh merampas harta benda yang ada di Kerajaan Wonosegoro.
Tersebutlah seorang putri dari Kerajaan Wonosegoro yang bernama Rara Jonggrang memikat hati Bandung Bandowoso. Bandung Bandowoso ingin memperistri Rara Jonggrang. Lamaran tersebut diterima oleh Rara Jonggrang asalkan Bandung Bandowoso dapat membuat seribu candi dan dua buah sumur dalam satu malam. Permintaan tersebut sebenarnya hanya untuk menolak lamaran Bandung Bandowoso. Permintaan tersebut akan dipenuhi oleh Bandung Bandowoso.
Lewat tengah malam, candi itu sudah hampir selesai. Rara Jonggrang yang licik memerintahkan para gadis di kampung-kampung untuk bangun dan menumbuk padi di lesung. Kemudian, Rara Jonggrang menyuruh mereka melepaskan ayam-ayam jantan supaya berkokok. Hal tersebut merupakan siasat agar Bandung Bandowoso mengira hari sudah fajar. 
Ketika mendengar bunyi lesung dan ayam berkokok, roh-roh halus yang membantu Bandung Bandowoso membuat membuat seribu candi lari tunggang langgang. Selanjutnya, Rara Jonggrang menghitung candi yang telah dibuat Bandung Bandowoso dan ternyata baru berjumlah 999 buah. Sementara itu, dua buah sumur yang harus disiapkan juga belum selesai dibuat. Oleh karena permintaan Rara Jonggrang tidak dapat dipenuhi, akhirnya lamaran Bandung Bandowoso ditolak.
Bandung Bandowoso jadi marah dan mengutuk Rara Jonggrang menjadi sebuah arca wanita untuk melengkapi genap seribu candi seperti yang diinginkan oleh Rara Jonggrang 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar